Barang Perlengkapan Bayi Baru Lahir

1 Jan

Mumpung banyak temen yang lagi hamil dan segera akan jadi ibu, aku jadi semangat nulis tentang persiapan bayi, haha.. Di postingan sekarang, aku mau nulis tentang apa aja yang WAJIB dipersiapkan untuk bayi baru lahir, khususnya untuk working-at-home-mom atau stay-at-home-mom yang mau breastfeeding, karena ini lebih sesuai sama pengalamanku, karena kalo misalnya untuk ibu bekerja, mungkin ada hal2 yang ga aku tulis, spt ice pack.. Tp ga ada salahnya jg dibaca2 untuk referensiūüôā Nanti2, mgkn aku akan nulis untuk working-mom yaa..

Yang aku tulis ini berdasarkan pengalaman dan pendapatku. Buat yang punya saran lain, mungkin bisa ditulis di komen buat berbagi ke ibu2 yang lain jugaūüôā Ok, here we go…

Barang-barang bayi emang suka bikin laper mata, mulai dari baju-baju nan lucu, hingga popok berbagai model, dan botol berbagai fitur. Tapi bayi usia 0-6 bulan itu cepet banget gedenya, jadi ga semua perlu dibeli lengkap dan banyak (karena kebutuhannya masih bnyk brooo, apalagi pendidikan -.-‚ÄĚ ) Ada beberapa barang penting yang menurutku perlu dimiliki sebelum bayi lahir, tapi beberapa juga bisa dibeli setelah melahirkan untuk ngatur cashflow (hehe..), atau ada juga yang bisa nunggu kado dari temen atau keluarga (hehehhee..)

Merek di sini cuma yang aku pake dan beberapa referensi yang aku tahu. Monggo digoogling untuk merek lainnya atau disesuaikan dengan ketersediaan di tokoūüôā

1. Popok
Usia 0-40 hari, aku sih pakein popok kain tradisional yang ada talinya itu. Untuk ini mungkin butuh sekitar 2 lusin.
Setelah 40 hari, aku pakein Lala popok kain modern atau cloth diaper alias clodi (Baca Tentang Clodi di sini). Untuk ini, aku siapin 6-7 biji buat siang (aku pake merek Babyland @Rp.80.000,-), dan 2-3 biji buat malem (aku pake merek BlueBerry @Rp.368.000,- & Sobi Minky Hemp Rp.90.000,-) yang punya daya serap lebih banyak. So far sih masih keputer walau musim ujan. Kalopun ga keputer, baru pake pospak, dan inipun jarang banget dan masih worth-it.
Tapi untuk yang milih popok sekali pakai (pospak) buat bayinya, sah2 saja..ūüôā

Cloth Diaper / Popok Kain Modern

Source: bayibayiku.com

2. Pompa ASI & botol penyimpan ASI
Walau nyusuin langsung, tapi ada kalanya payudara terasa kencang sedangkan bayi lagi ga bisa atau ga mau nyusu (misalnya, bayinya lagi tidur). Sayang banget kalo ASI ga dipompa karena bisa menurunkan supply jg. Jadi biasanya kalo penuh gitu, aku pompa dan ditabung di kulkas, supaya bisa dipake sewaktu2, spt saat keluar rumah, atau saat Ibu meninggalkan bayi di rumah dengan pengasuh atau anggota keluarga lain. Utk ASI Management, mgkn nanti aku posting di lain waktu yaūüôā
Pompa ini berguna banget dan salah satu barang yang puas banget aku beli karena kepake tiap hari. Aku beli Medela Elektrik Mini, dan sekarang masih bagus. Medela salah satu merek yang oke untuk pompa ASI, dan walau harganya 1 juta, tapi ga nyesel karena kepake banget.
Manual atau elektrik? Aku sarankan elektrik, karena kalo ga akan lama dan capek banget. Tapi itu balik lagi ke masing2 preference dan budget.

Pompa Medela Mini Elektrik

Source: rinaprilia.wordpress.com

Untuk botol penyimpan ASI, ada yang terbuat dari kaca dan plastik. Bisa digoogling. Banyak juga yang jual botol kaca standar di toko alat kesehatan, biasanya 50ml atau 100 ml, tutupnya dari karet. Tapi belakangan aku nemu botol penyimpan ASI yang bisa langsung compatible dengan pompa standar spt Medela, compatible dengan dot standar, dan ukuran takarannya dicetak timbul per 10 ml. Tersedia ukuran 90 ml dan 150 ml. Jadi lebih praktis karena aku ga perlu mindah2in susu sejak dipompa hingga disajikan ke Lala. Ini baru mau coba, semoga sesuai harapan sih..ūüôā Buat yang mau coba, coba googling ‚Äúbotol kaca BabyPax‚ÄĚ. Harganya lebih mahal dari botol kaca penyimpan ASI standar, tapi lebih murah dari botol susu Pigeon. Jadi worth it lah utk segala kerepotan mindahin botol, warmer, cuci botol jadi cm 1 botol ajaūüôā

Botol ASI Baby Pax

Souce: asibayi.com

3. Botol susu + sikat botol
Aku pribadi sih, dari awal sudah menyusui langsung dipadukan dengan ngasih ASI dari botol. Motivasiku adalah utk mencegah ‚Äúnipple confusion‚ÄĚ di kemudian hari saat anak disapih (dihentikan ASI nya). Jadi aku butuh botol susu, dan aku siapin 3 botol ukuran 120 ml + 2 botol ukuran 150 ml (ini dapet dari pompa Medela). Dot aku juga pake yang standar. Semua aku pake merek Pigeon. Belakangan ini aku ada dapat produk Comotomo (@200ribuan, bah!) dari client untuk di-review. Ini lebih bagus jauh, botolnya lebar, dari silikon, begitu juga dotnya dibuat semirip mungkin dengan payudara ibu, tujuannya untuk mencegah nipple confusion, terutama buat yang ga mau pake dot biasa. Tapi menurutku, kalo anaknya mau yang biasa, kasih aja yang biasa. Jangan biarkan ketergantungan sama yang mahal2 tapi ga gitu penting2 amat fungsinya. Soalnya dari awal, Lala udah mau pake Pigeon. Pas dicobain Como tomo ya mau aja karena pindah ke yang lebih enak. Eh tapi pas mau pindah ke Pigeon lagi jadi susah, butuh 2 hari lagi untuk penyesuaian, blm lg pake nangis. Walah.. Jadi skrg disimpen deh Como tomo nya.

Untuk sikat botol, ada yang gede dan kecil, mudah didapatkan di toko bayi terdekatūüôā

4. Stroller (+1 month) – optional
Ini aku beli pas Lala udah 1 bulan. Aku beli yang lumayan komplit fiturnya (bs sampe bayi 15 kg, bayi bisa hadep kita, bisa juga hadep depan, bisa jadi bouncer, tapi sayangnya ga bisa dicopot jadi car seat, dan ukurannya masih cukup besar ketika dilipat) merek Pliko Paris, harganya 800ribuan. Alasannya karena Lala mau dilatih tidur di stroller biar bisa ditidurin di stroller juga di rumah pas aku kerja di lantai bawah (kamar tidurku di lantai atas). Sempet dipake beberapa kali juga ke mall, dan pas sekitar 1-2 bulan, Lala masih betah tidur lama di stroller pas jalan ke mall ini. Tapi..ternyata dia ga betah. Kami mencari alternatif lain (lihat no. 5).

5. Baby Carrier (+2 months) – optional
Ini kami beli karena Lala mulai ga betah di stroller. Tapi ini juga lebih simple, bisa gampang dibawa pas traveling. Baby carrier lebih dikenal dengan gendongan kangguru, yang anaknya bisa disimpen di depan, cara pakenya mirip front atau backpack, bisa juga menyamping, tergantung fitur dari carriernya sendiri. Setelah research, kami memutuskan beli carrier ErgoBaby Organic (review menyusul). Kami beli yang baru dan diskonan dari US, jato2nya sama ongkos kirim sekitar 1 juta. Di Indo yang harganya sekitar Rp.2.200.000,-. Tapi banyak jg yang jual KW, sekitar 200-300ribuan.

Ergobaby Organic Carrier

Ergobaby Organic Carrier, one of the best we’ve ever bought

Selain baby carrier, ada juga yang lebih suka pake baby sling (gendongan kain modern). It‚Äôs just not working for me. Aku agak kesulitan pakenya, dan masih harus disangga 1 tangan. Jadi, ini kembali ke pilihan masing2ūüôā

6. Bantal menyusui
Ini bentuknya seperti huruf U, bisa dilingkarkan dan dimasukkan ke pinggang ibu saat duduk, terbuat dari bahan dacron biasanya, digunakan untuk membantu proses menyusui menjadi lebih gampang dan ga pegel. Bayi diletakkan di atas bantal, menghadap ke payudara kiri atau kanan. Beberapa model dilengkapi dengan tali pengikat di belakang pinggang, beberapa lagi bahkan dilengkapi bantal bawaan untuk kepala bayi. Aku punya 1 (100ribuan), barang favorite karena bantal inilah yang memungkinkan aku untuk bekerja (ngetik depan komputer) selagi Lala nyusu dan ketiduran. Aku punya 1 lagi, dikasih kakak ipar, bahannya lebih lembut dan lebih ringan tapi ga punya iketan di belakang (kyy lebih mahal dari punyaku), aku taroh di mobil. Banyak dijual online di internet. Bisa googling ‚Äúbantal menyusui online‚ÄĚ

7. BH menyusui
Ini penting banget untuk memungkinkan kita menyusui dengan praktis, ga pake lepas2 BH segala. Beberapa merek menyediakan model untuk breastfeeding moms. Aku punya merek Sorella (lebih kuat, tapi ga suka bukaannya), dan merek Venicy (lebih suka bukaan yang ini, walau lebih ga kuat dibanding Sorella, tapi masih ok buatku. Motifnya bunga2 pastel dan kancingnya buka dari tengah bawah, bukan dari atas). BH lain yang lebih mahal dengan segala fitur juga banyak, seperti Mamaway (muahal buanget broo), dll. Tapi menurutku, merek yang biasa di Dept. Store juga udah cukup. Oya, jangan cari yang berkawat karena katanya bisa menghambat ASI.

8. Baju menyusui (pelengkap: apron menyusui)
Ini juga wajib buat aku. Aku sering nyusuin di mobil, kadang di mall, atau di Gereja. Dengan dipadukan dengan apron menyusui (dapet lungsuran dari kakak ipar), kita jadi ga terlalu porno. Favoritku merek Mamaway (ada webnya), aku punya 2, walau agak mahal (@300 kalo lagi diskon), tapi worth-it. Aku pernah coba 2 biji yang lebih murah (@90.000), tapi potongan dan bahannya ga enak banget, jatuhnya entah kenapa ga pas dengan potongan badan dan payudara. Akhirnya malah jadi ga kepakeūüė¶

9. Breast pads & pembalut
Kalo jaman2nya ibu menyusui itu, kadang2 ada yang ‚Äėbocor‚Äô. Jadi breast pads perlu banget untuk mencegah basah ke mana2. Pernah temen kerjaku sampe basah rembes ke bajunya, kan malu banget. Walau cm di rumah, males juga kalo BH basah melulu. Ada merek Pigeon (tapi mahal, tapi paling enak menurutku karena ada 2 tempelannya), atau merek Mamapad (lebih murah, dan tempelannya juga ada 2 untuk model yang terbaru). Aku udah coba cari yang washable, tapi ternyata semua model yang washable ga ada tempelan / velcro. Jadi kyy ga akan enak dipake karena ga mantep diem gitu. Jadinya sampe sekarang aku tetep pake yang disposable.

Untuk pembalut, cm butuh 1 bungkus dulu, dipake setelah melahirkan selama masih ada pendarahan. Bila kurang, baru beli lagi. Dulu aku napsu beli sampe 3 bungkus, akhirnya masih sisa 2 ga kepake. Apalagi pembalut khusus tipe melahirkan bener2 dipake buat di rumah sakit saat kita ga bisa bangun dari tempat tidur. Setelahnya kita bisa pake pembalut model biasa.

10. Stretch mark cream
Perut bumil kalo abis melahirkan pastinya ada stretch mark. Berhubung aku di Bali, masih mau dongg nanti pake bikini ke pantai (eaaaa…). Jadi menurutku, penting banget menghilangkan stretch mark demi meningkatkan kepercayaan diri seorang ibu (walau untuk ibu2 yang ga bercita2 pake bikini sekalipun, hehe). Aku beli cream MotherCare (@Rp.139.000,- on Nov 2014). Ini juga aman untuk janin kalo mau dipake saat masih hamil. Walau agak mahal, tapi udah terbukti kualitasnya (it works on me), dan tetep lebih murah dari merek terkenal lainnya (spt Clarins).

11. Termometer, alkohol, kasa steril
Sepulang dari rumah sakit, kadang kita perlu memastikan bahwa perasaan kita ‚Äúkyy ni bayi panas…‚ÄĚ itu bener atau ngga. Termometer itu wajib punya. aku beli yang digital biasa (untuk di ketek) merek Chicco (@70ribuan). Ada juga yang lebih canggih untuk di kuping, kyy lebih mahal dan aku sudah merasa cukup dengan yang di ketek.

Untuk alkohol dan kasa steril, bayi newborn perlu ini untuk perawatan tali pusar. Setelah itu biasanya ga dipake lagi. Tapi ga ada salah selalu sedia di rumah.

12. Box bayi & tempat ganti popok
Aku beli ini sekaligus 1 barang antara baby box dan tempat ganti popok, jadi ga beli yang pisah2. Apalagi pake tempat ganti popok yang ada lemarinya. Mubazir, karena baby box nya jg kyy jarang dipake ya kalo bayi nya menyusui sama mamanya, karena mereka cenderung lebih tau kalo pisah dan ga mau jauh2 dari bau ketek, keringet, dan bau ASI mamanya (wkwkwkwk). Jadi aku beli ‚Äúbox bayi baby elle travelite‚ÄĚ (googling aja utk gambarnya), karena udah jadi 1 dengan tempat ganti popok dan mainan muter2&bunyi di atasnya (@800ribuan), plus bisa dicopot2 jadi ga makan tempat kalo udah ga kepake.

BabyElle Travelite

Source: momiooshop.com

13. Pakaian
Jgn beli banyak2, ky aku, nyesel beli sarung kaki/tangan sampe 3 pasang, anaknya kagak mau pake. Beli aja yang bener2 perlu dulu:

Untuk 0 bulan:
– Bedong 6x
– Sarung tangan/kaki 2x pasang (dulu). Kalo kurang nanti tinggal beli lagi, gampang.
– Topi 1x
– Baju rumah kancing depan tangan pendek (6x) dan tangan panjang (3x)
– Selimut / sweater / jaket (salah satu saja, untuk keluar rumah)

Untuk 1 bulan:
– Celana pendek 3x
– Celana panjang 2x
– Jumpsuit 1x buat tidur (buat cobain dulu)
– Jumpsuit 1x buat pegi yang kancing snap (enak nih buat pegi karena gampang buat ganti pospak/popok sekali pake nya)

14. Alat mandi & kebersihan
– Washlap mandi 2x. Jangan yang ada jarinya, ga enak karena ga bisa dipake bolak balik (karena biasanya kita cuma pake 1 tangan).
– Lap iler. Biasanya cm berbentuk segiempat kecil berbahan handuk.
– Kapas bulat, buat bilas setelah kencing/poop.
– Cotton bud dengan tip (ujung) kecil
– Bak / kursi mandi bayi
– Sampo/sabun
– Hair lotion
– Body/face lotion
– Baby oil
– Lotion untuk ruam atau diaper cream
– Minyak telon/minyak kayu putih
– Tissiue basah (biasanya dipake pas ke luar rumah)
– Cologne (optional), sampe sekarang aku ga pernah pake. Cm ada yang mau anaknya tampil wangi pas keluar, boleh lah dibeli.
– Empeng / pacifier (kalo anak rewel aja baru beli, ga usah langsung beli karena nyatanya Lala pun ga mau pake walau disodorin pas rewel -.-‚ÄĚ)
– Popok sekali pakai untuk newborn (buat ke luar rumah)
– Sabun cuci botol (aku pake merek Sleek)
– Detergen bayi (ini kalo bayinya sensitif aja. Aku cm pake buat popok kain traditional Lala. Awalnya juga pake buat baju, tapi akhir2 ini ga pernah pake lagi karena selalu dicucinya digabung sama baju dewasa).
– Detergen untuk cuci clodi (ga semua detergen aman. Untuk merek2 yang aman, bisa digoogling). –> Buat yang mau pake clodi aja.
– Perlak atau alas mandi. Gunanya biar ga tembus ke kasur atau manapun pas basah abis mandi. Ini aku pake untuk jadi alas tempat ganti popok juga. Aku punya 2: yang besar untuk di rumah, dan yang kecil untuk dibawa2 (untuk ganti popok).
– Sikat lidah (Doi belum punya gigi, dan karena ASI, setauku air mineral juga ga dikasih, jadi lidahnya sesekali perlu dibersihkan).

15. Gurita
Untuk emaknya nih, dipake setelah melahirkan untuk mengembalikan bentuk perut dan biar ga masuk angin. Untu bayi (yes right, ada gurita bayi juga), aku ga pakein gurita, biar ga masuk angin dan pusernya masuk, katanya. Soalnya kyy ribet deh, apalagi masih pake popok kain pasti merembes2 dan alhasil malah ga sehat nantinya. Aku cm punya 3, dan itu cukup (dicuci tiap hari).

16. Steril botol & bottle warmer
Steril botol biasanya dipake setelah pencucian pertama untuk alat makan.

Bottle Steril Chicco

Source: blibli.com

Ada juga raknya merek Panasonic untuk menyimpan, mengeringkan, dan menjaga agar tetap bersih/steril setelah dicuci. Ini sama2 disebutnya Sterilizer. Steril botol aku pake merek Chicco, raknya aku pake Panasonic.

Panasonic Dish Dryer Dsterile

Source: kaskus.co.id

Kalo bottle warmer aku pake merek Chicco, untuk menghangatkan susu bila habis dari kulkas.

Bottle Warmer Chicco

Source: firstcry.com

Buat yang mau pake cara tradisional steril botol dengan cara merebus, ga perlu beli steril botol, tapi cukup beli penjepit botol susu untuk ngangkat pas dari panci.

16. Car seat – optional
Ini aku tadinya belum beli hingga dia agak gede (mgkn 3-6 bulan), dan belum merasa perlu karena mahal, tapi malah dapet longsoran dari kakak (dapet yang merek Disney). Jadinya yah lumayan. Beli yang merek Pliko¬†aja kyy udah cukup, fiturnya mirip yang Disney punyaku dan aku cukup puas dengan fiturnya. Untuk newborn jg ada kok. Perhatikan juga fiturnya, apakah pas dipasang bisa hadep belakang aja, atau bisa hadep depan juga. Cari yang bisa dilepas sehingga kalo bayi tidur dan kita udah sampe tujuan, bayi tidak perlu dibangunkan, melainkan bisa diangkat langsung beserta car seatnya. Fitur ini sangat berguna terutama pas kita ke restoran, di mana bayi kita belum bisa duduk di baby chair.ūüôā Kalo mau, cari juga yang ada fitur bouncernya, jadi pas dilepas dan diangkat, bisa jadi bouncer sekalian buat di rumah. Punyaku juga punya tudung, bisa dipake kalo silau buat bayi. Gambarnya kurang lebih sama dengan yang di bawah ini.

Car Seat Pliko

Source: tokosaranasepeda.blogspot.com

Nah, kyy itu aja yang perlu dibeli. Tapi ada juga barang-barang yang dirasa perlu dibeli padahal nggak:
– Handuk (pake aja yang ada)
– Sepatu (doi belum butuh, bro. Kecuali buat pesta)
– Kaos kaki (belum butuh sampe dia 2-3 bulan, itupun dipake cuma buat keluar. Kalo di rumah biasanya pake sarung kaki, itupun kalo anaknya mau. haha..)
– Bedak (jaman sekarang kyy bykan pake lotion, karena malah jadi biang keringat katanya kalo pake bedak).
– Jemuran bayi (barengan pake jemuran kita aja, asal jemurannya selalu bersih).
– Lemari pakaian (gabung kita aja atau kalo aku pake laci2 container plastik, soalnya nanti juga langsung pake lemari pakaian anak)
– Gunting kuku bayi (pake yang punya kita aja. Digunting saat bayi tidur nyenyak.)
РPenyedot kotoran hidung (it’s not working for me! Upilnya tetep lebih efektif diambil pake cotton bud)
РTas bayi (buatku sih ini ga perlu kecuali fiturnya mau yang lengkap dengan insulator segala. Aku pribadi pake backpack yang sudah aku punya, and I’m happy with my decision. Ga ribet!)
– Antislip buat di bak mandi (fungsinya bisa digantikan dengan handuk yang diletakkan di dasar bak mandi. Lagian ga akan kepake sampe bayi berusia 8 bulan saat dia sudah bisa duduk dengan baik dan benar).

Hmm, so far ini yang bisa aku inget. Kalo dirasa berguna, boleh dishare biar temen2 yang laen juga bisa pada tauūüėČ

Selamat menikmati salah satu perasaan terindah di dunia: menjadi ibu!
Cheers!

Towards Another Dream

3 Jul

Barusan nyasar baca-baca lagi notes di facebook. Ternyata paling banyak nulis pas dulu kerja kantoran di Jakarta. Dari nulis tentang ga penting sama sekali tentang baru suka masak, trus nulis tentang kangen temen2 kuliah: https://www.facebook.com/notes/diana-suciawati/segelas-minuman-hangat/163831561038, sampe nulis tentang mimpi : https://www.facebook.com/notes/diana-suciawati/tolong-jangan-suruh-saya-ngaca-pak/407444226038.

Ngeliat komen2 temen2, ternyata dulu tulisan gw touching jg yak :)) Makanya sekarang jadi pengen nulis (curhatan) lagi ahh..

Dulu, pas di postingan ‚ÄúTolong jangan suruh saya ngaca‚ÄĚ, gw nulis tentang mimpi buka dive center, nulis buku, dan terus traveling walau sudah berkeluarga. Dan mimpi itu satu per satu jadi nyata. Walau bagian nulis bukunya sih belum ya, tapi puji Tuhan terwujud dalam hal lain yang serupa namun tak samaūüôā

Trus sekarang, akhirnya beneran dapat suami yang juga punya passion traveling yang sama, punya anak, dan kita memang on the way to fulfill our another dream to keep traveling.

Kalo dipikir-pikir, pas nulis itu, pasti gw awalnya juga ga akan kepikiri caranya gimana. Cuma ketika kita berpikir untuk menuliskannya, berandai-andai, di situlah kita beneran ‚Äúbermimpi‚ÄĚ. Jangan meremehkan kekuatan mimpi lho, bisa-bisa itu lebih kuat dari gempa atau tsunami. Asal punya iman sekecil biji sesawi, dengan ijinNya kita bisa memindahkan gunung kan?ūüôā

Well.., sekarang kalo ditanya apakah gw sudah hidup sesuai dengan mimpi gw? Proudly I can say: iya dong. Apakah gw puas dengan hidup gw sekarang? Err.., belum.. hehe.. Selain karena emang sifat rakus manusia yang ga pernah puas, kyy energi gw masih terlalu banyak untuk berpuas diri. Boro-boro berpuas diri, ga ada kerjaan seminggu aja udah cari apa yang bisa dikerjain. Mumpung energi masih meluap, harus disalurkan tohhhh? hahaha.. *alesan*

Jadi, sekarang di otak lagi numpuk banyak banget hal yang harus dikerjain. Walau banyak tapi semuanya cuma untuk mewujudkan 1 tujuan, 1 mimpi. Walau semangat kadang masih naik turun ga stabil, tapi ketika terus kebayang apa yang menunggu di depan, pasti jadi semangat lagi. Bener kata Mario dulu, yang sampe gw mati juga bakal tetep jadi salah satu prinsip yang akan gw inget:

‚ÄúKalo pengen sesuatu, dipikirin terus aja Dek.. Ga perlu pikirin caranya gimana, itu terserah Tuhan. Tau-tau, nanti (misalnya) 5 tahun lagi juga udah ada di depan mata..‚ÄĚ

Jadi, terima kasih Tuhan sudah mendampingi saya dalam menggapai mimpi-mimpi, tapi saya percaya masih ada hal yang lebih besar dan lebih baik lagi menunggu di depan saya. This is the time you use me as your hands, God, to touch the people’s lives in all over this country. Semoga Tuhan merestui mimpi kami, memberkati usaha kami dalam menggapainya, tapi semua caranya itu terwujud kami serahkan pada Tuhan semata. Amen!

Yes, Moms, You are Doing very Well

17 Jan

For all moms out there, who might be depressed, tired, sad of what others think or say about you.. For all moms out there who might just need some little taps on their shoulders, or just some hugs without the words, or just a smile without judgment.. For all moms out there, no matter you are a stay at home mom or you are working, as you are still called ‚Äúmom‚ÄĚ

When you have done your best..

In this time of raising your angel, you might even have enough already. You might have enough work to help earing money, you might have enough laundry and dishes to wash, you might have enough house to clean, you might have enough crying to hear, you might have enough rocking the baby till your hips feel broken, you might have enough midnight-time than before, you might enough never-ending-hungry-eating-breastfeeding-cycle already, you might have tired enough already..

And people say it is not good enough..

When you feel you have done your best to do that all those things together, some people just still feel that they know more about you than they actually do.. When you hear them saying something that you are NOT doing good ENOUGH, it might make you feel that that you are falling into pieces.. It might make you think that you have FAILED being a mother. But instead of crying it out loud, you are still strong. You keep it for yourself, because you know it’s not something you should worry about but your baby. However, you are the one who knows that deep down in your heart, you are in tears so badly.. Moms, at this point, you know that, you are so strong..

Do not worry…

Do not worry about those people who judge you, do not worry about the people who say you are not good enough, do not worry about the people who don’t appreciate what you do, it’s just because you don’t need them do it and they are not worth it. Because they just don’t know how hard you try your best, they don’t know how often you are making sure your baby is not awake when you are stepping away from him/her even for just a minute, they don’t know how hard you find time even to go shower for 5 minutes, they just don’t know that you are always making sure you have enough food not for yourself but for your baby, they just don’t know that you are spending time to always carefully manage your budget at home, they just don’t know you have so much things to do than they can imagine..

And the most pathetic thing is that, mostly, this kind of people comes from your inner cycle: parents, siblings, in-laws, or sometimes friends. Yes, it’s indeed sad but true. Maybe it’s because they think they know you the most and have the right to say awful things to you, (although they might not mean it) it accidentally slip out of their tongue, and DANG! It hurts. So much.

Focus on the right ones..

When you are so tired, you might be thinking of these people. You will never understand why it is ‚Äúthey‚ÄĚ who comes to your mind instead of the people who support you. So just leave them alone and focus on the people who love you, who understand about you, who always support what you do. It is always the best to start with husband, partner, family, or best friends who do love and support you to the fullest.

Do you remember how excited they are (who love you) when you said they you’re pregnant? Do you remember how they remember to ask you every month about how big your bump already? Is it a boy or a girl? How do you feel? Is your morning sickness getting better? They might ask soooo many questions, but they will never tell you this and that, then judge about (they think that they know) what you are not capable enough to do it.

They believe in you…

This positive ones trust you 110%. They believe in you that you can be a good mother. They believe you can handle the baby. They believe you can still manage your work and time wisely. They believe you have done your best for EVERYTHING. They believe you can handle everything in your own way, and they believe it is the best way ever. They are always there.. to trust you..

And you have to believe in yourself…

Now it is the time to trust yourself that you have done VERY WELL. Maybe it’s not perfect A+ score, but you have been so strong to go through all of this. You’re so strong to change the diapers ten times a day, you’re so strong to breastfeed even you are so damn tired already, you’re so strong to keep eating healthy food although you really really want to eat your favorite junk food, you’re so strong to work on your computer and think of your baby at the same time, you’re so strong to pump every day in the corner of your office, you’re so strong even when you have to put your baby in the daycare when you have to go to the office, you’re so strong to eat every breastmilk-booster in this world to make sure you still have enough milk to feed your baby, you’re so strong to still play with your baby even all you desperately need is just a short sleep, you’re so strong to shower later even you’ve been sweating like you’re in 40 Celsius room for 40 minutes, you’re so strong to leave your meal while you are starving when hearing your baby is crying, you’re so strong to keep reminding yourself that mother never takes a break (although you are the one who deserves it). You see how strong you have been? Just one thing that you don’t see: you have been too strong with yourself..

Finally it’s time to say…

You have been doing WELL for those things not easy at all, and don’t need any reason to care about the people who can hurt you. Just focus on them who shower you with unconditional love.. You have had enough in your new life as a mother, and that’s enough.

Yes, Moms! You are doing very well!

You have been doing very good job! You have been very strong! And you are so loved! Say it everyday in front of the mirror to start and end your day. If you still don’t believe in these 3 things, see those things in your healthy and happy baby who tell you with their eyes, smiles, and giggles.

XoXo

12 Pertanyaan Seputar Clodi

9 Jan

1. Clodi itu apa?
Popok kain modern. Bisa dibilang, perpaduan popok sekali pakai dan popok kain. Bentuk, fungsi dan cara pakai ke bayi mirip popok sekali pakai, tapi bisa dicuci seperti popok kain.

2. Kelebihan clodi itu apa?
Ga tembus2 (dibanding popok kain tradisional), sehat untuk kulit bayi (karena bebas bahan kimia), mencegah ruam, hemat, ramah lingkungan, modelnya banyak (disesuaikan dengan umur dan berat bayi), motifnya beragam dan lucu-lucu.

3. Kekurangan clodi itu apa?
Repot cucinya, mahal investasi di awal.

4. Bagaimana cara pakai clodi?
Sesuaikan ukuran dengan bayi, insertnya dimasukkan ke cover atau pocket, pakaikan ke bayi seperti memakai popok sekali pakai.

5. Bagaimana cara mencuci clodi?
Pemakaian pertama:
– Cuci dan bilas insert dan cover/pocket masing-masing
– Cuci dengan campuran air dan detergen (setengah takaran normal)
– Keringkan
– Ulangi proses cuci-kering hingga 3x sebelum dipakai bayi
– Boleh cuci dengan tangan atau mesin cuci (putaran sedang dan air banyak)

Pemakaian sehari-hari:
– Bilas sisa kencing atau bekas poop dengan air bersih mengalir
– Lepaskan insert dari cover atau pocket lalu peras ringan (jangan dipelintir)
– Bila tidak sempat langsung dicuci, letakkan clodi yang telah dibilas ini ke dalam ember kering. Sebaiknya didiamkan jangan lebih dari 24 jam.
– Taruh detergen (setengah dari takaran normal) ke dalam air bersih di ember atau wastafel
– Cuci dan kucek insert / cover / pocket ke dalam campuran air dan detergen
– Bilas dengan air bersih sebanyak 2x
– Pastikan tidak ada detergen sisa yang tertinggal
– Peras seperlunya, tapi jangan dipelintir
– Ulangi proses cuci, kucek, bilas seperti di atas bila perlu
– Jemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan noda yang mungkin masih tersisa
– Jangan memakai air hangat, pemutih, pengharum deterget
– Jangan disetrika

Sebulan sekali lalukan tripping, yaitu:
– Rendam clodi yang sudah dibilas di air rebusan
– Rebus selama 10-15 menit
– Hal ini perlu untuk menghilangkan sisa detergen yang mungkin masih menempel dan dapat mengurangi daya serap clodi

6. Kalo pake clodi, pipisnya ga tembus ya?
Tidak, karena clodi dilengkapi dengan lapisan anti air di lapisan terluarnya.
Bilapun bocor, mungkin ukuran atau model kurang pas. Hal lain yang mungkin adalah perlunya tripping (lihat caranya di no.5)

7. Merek apa yang bagus?
Banyak merek, baik lokal maupun impor. Secara pribadi, aku merasa Babyland sudah cukup untuk pemakaian siang. Untuk malam, aku pakai Blueberry dan Soby Minky Hemp.

8. Berapaan harganya dan beli di mana?
Mulai dari 70ribuan hingga 500ribuan. Beli di baby online shop atau beberapa toko bayi terdekat (tapi masih jarang ada dibanding toko online).

9. Harus pakai detergen khusus bayi atau boleh detergen biasa?
Detergen biasa juga bisa. Selalu cek komposisi detergen untuk memastikan bebas bleach (pemutih), enzym, softener, pencerah optik sinar matahari, dan pencerah warna pakaian.

Sampai saat ini, berikut beberapa merek detergen clodi yang nampaknya aman:
· Daia Bunga 900gr
· Daia Lemon 900gr
· B29 Water guard 1800gr
· B29 Rose
· Deterjen bubuk carefour 500gr
· Viso 900gr
· Deterjen BOOM putih 550gr
· Attack Clean Maximiser 450gr
· Attack Easy 700gr
· Rinso Excel 1kg

Beberapa merk deterjen yang tidak aman untuk clodi:
· Rinso Matic 1kg (mengandung enzym)
· So Klin Bio matic 1kg (mengandung enzym)
· So Klin softener (mengandung Softener)
· Deterjen Carefour enzym 1kg (mengandung enzym)
· Surf Lime (mengandung Optical Brightener/Oxigen)
· Surf Putih (mengandung Optical Brightener/Oxigen)
· Rinso Colour and Care 800gr (mengandung Optical Brightener)
· Rinso Molto Ultra (mengandung Softener dan Enzym)
· Rinso anti noda(mengandung Enzym)
· Total Pelangi 900gr (mengandung Optical Brightener)
· Total Putih 900gr (mengandung Optical Brightener dan Softener)
· B29 Pink powder + softener 800gr (mengandung Softener)
· Bu Krim 5000 lemon 550gr (mengandung Optical Brightener)

10. Kalo bayiku pake clodi dan masih ruam, kenapa ya?
Mungkin karena clodi dicuci bersama cucian lain, atau karena masih ada sisa/residu detergen di clodi. Pisahkan dengan pakaian lain ketika dicuci. Bilas dengan air bersih setidaknya 2x atau lebih, pastikan tidak ada sisa detergen yang masih tersisa ketika diperas dan dijemur.

11. Berapa jam sekali clodi harus diganti?
Bila poop, harus langsung diganti.
Bila hanya kencing, sebaiknya diganti setiap 2-4 jam sekali.

12. Bila poop, clodi harus langsung dibilas ya?
Ya, harus langsung dibilas, walaupun tidak langsung dicuci (dengan detergen).

Bila masih ada pertanyaan, monggo komen di bawah. Akan berusaha dijawab sebisanyaūüôā
Semoga membantu ya. Selamat ber-clodi ria!

“Ibu Pasti Bisa!”

9 Oct

Baru-baru ini ada temen dateng ke rumah untuk liat Lala dan ga lupa kasih kado (mamanya: ‚ÄúHoree..!!‚ÄĚ) Trus kita cerita2 tentang parenting. Cerita berawal dari dia nanya apakah gw ngurus anak ini sendiri. Ketika gw meng-iya-kan, dia jadi cerita banyak dan gw juga baru tau ternyata ada banyak tipe orang tua yang belum gw tahu.

Kalo gw keras kepala untuk ngurusin anak sendiri, beda dengan temennya. Bukannya ga mau, tapi ada beberapa temennya yang takut ga bisa ngurus anak. Well, gw juga tadinya ga bisa kok, huahaha.. (sekarang aja baru bisa ketawa, coba kalo dulu..). Ada temennya yang habis melahirkan nanti, mau balik ke rmh ortu di luar kota dan kembali menetap di sana karena merasa dia ga akan sanggup urus anaknya nanti. Ada juga yang ga mau lagi punya anak kedua, karena trauma (merasa) ga bisa mengurus anak pertama, padahal ini karena entah ortu atau mertuanya ga membiarkan dia mandiin anaknya sendiri karena dianggap ga bisa. Itu udah tepat sasaran banget untuk seorang ibu yang baru punya anak pertama.. :( Sedih deh dengernya..

Jadi.. Begini cerita¬†versi gw, gimana¬†kita¬†dari awal¬†kyy ga¬†siap¬†banget¬†utk¬†ngurus¬†anak…

Malam pertama di rumah sakit, boro2 tidur nyenyak istirahat. Rumah sakit kami sangat mendukung room-in alias sekamar dengan anak, dan kami mau nyoba (tadinya). Tapi tengah malem, ga jadi dan dibalikin ke ruang perawatan bayi soalnya gw pake nangis2 segala.. (jadi buka kartu dehh.. haha..). Baby blues boooook, biasa.. (pembelaan) hahaha.. Iya, intinya, gw sampe nangis karena ga bisa bangun dari tempat tidur buat bantuin Eko pakein popok ke Lala, karena gw merasa useless banget waktu itu. Eko juga baru belajar, jadi ganti popok dan pasang bedongnya jadi lama dan Lala udah nangis meraung-raung sampe ke ujung lorong rumah sakit sampe kita disamperin suster dan ditanya ada apa. Nangisnya tuh karena gw merasa ga bisa ngurus Lala dengan baik, dan rasanya tuh keseeeel banget! Rasanya benci sama diri gw sendiri. Kyy kok hal lain bisa gw hadepin, tapi kali ini ga berdaya gitu.. Kesel, sedih, bingung jadi satu deh dengan air mata.. (jeng jeng shot!)

Di sisi lain, otak gw jg tau bahwa Baby Blues ini memang besar kemungkinan terjadi. Karena itu, gw berusaha menenangkan diri gw sendiri walau akhirnya tetep ga bisa dan gw sampe marah2 ke suster bagian perawatan bayi karena gw merasa ga dibantu malah disalahin (padahal mungkin ga gitu juga sihh..). Sampe akhirnya, keesokannya, suster kepala bagian perawatan bayi datang ke kamar, dan ngasih pengertian ke kita ttg ASI, tentang tangisan bayi, tentang cara pakein bedong, cara sendawa-in bayi, dll. Kyy ni suster udah senior, jd tau banget gimana cara ngadepin¬†kita¬†yang ‚Äúsyok‚ÄĚ karena anak pertama. Gw masih inget, ada 1 kalimat yang sangat dia tekankan: ‚ÄúSatu yang harus Ibu selalu ingat, yaitu bahwa Ibu bisa mengurus anak Ibu sendiri. Ibu bisa membesarkannya dengan baik. Ibu PASTI BISA!‚ÄĚ Haduhh, udah mau nangis lagi deh, kali ini lebih ke arah positif. Akhirnya, setelah dibantu ky gitu, siap ga siap, kita merasa siap.

Gw berusaha secepat mungkin pulih. Ketika dibolehin berdiri dan latihan ke WC, gw terus berusaha banyak gerak karena kata dokter dan suster, banyak gerak itu supaya mobilisasinya bagus (entah kenapa mereka menggunakan istilah ‚Äúmobilisasi‚ÄĚ ini, padahal gw rasa kurang tepat -.-‚Äú ). Banyak gerak ini juga supaya jahitannya cepat menyatu, dan in the end, cepet pulih. Jadi walau sakit (rasanya males banget deh bagian ini dibanding suntikan2 sebelum operasi, beneran!), gw keukeuh banyak gerak di dalem kamar, naruh piring pun gw jalan walau deket dan biasanya dibantu, abis itu duduk lagi di ranjang, abis itu cari kerjaan lagi biar berdiri dan jalan lagi. Sakit sih sakit banget. Eko sampe sedih juga liat gw.. Tapi kalo ga bisa ngurus Lala, sakitnya itu di sini! :))

Syukurlah pas hari ke-3 gw udah bisa turun ke bawah, liat suster cara mandiin Lala biar gw bisa mandiin di rumah nanti.

Di rumah pun, bulan pertama rasanya berat banget. Karena idealisme kami (gw dan Eko) utk makein Lala popok kain, kita jadi sering capek cuma buat gantiin dia popok karena newborn sering banget BAK dan BAB. Belum lagi begadang2 karena Lala masih kecil jadi masih sering banget nangis tengah malam sedangkan kita belum tau maunya apa. Istilah kerennya tuh, ‚Äúbelum dapet ritmenya.‚ÄĚ

Belum lagi ASI gw yang belum keluar2 hingga pas udah di rumah. Rasanya stress bangetttt sebenarnya. Tp suster di rumah sakit terus2an meyakinkan bahwa semua Ibu itu pasti bisa, dan PASTI BISA (Bold, Kapital, Italic, Underline) memproduksi ASI asal sabar dan ga stress. Yaelaaah, lo ngomong sih gampang. Tapi karena ini anak pertama, jadi rasanya ga sabar banget (di sini penting banget peran suami utk mendukung: ‚ÄúSabar ya..sabar ya..sabar ya‚ÄĚ, ngomong sampe 1000x). Tapi karena keukeuh pengen ng-ASI, sambil jalan dicampur susu formula juga, akhirnya, puji Tuhan Asinya keluar juga. Pas keluar, si Eko yang agak norak kesenengan, gw biasa aja (pdhl pengen teriak HORE juga, tapi karena perasaan udah naik turun gunung, jadi yang ini rasanya udah agak flat) hahaha..

Intermezzo serius:
Cara supaya ASI keluar menurut dokter dan suster di rumah sakit:
Banyak makan sayuran hijau, minum air putih minimal 2 liter per hari di luar cairan lainnya (spt juice, susu, soup, dll), trus bayinya harus terus nyusu spt biasa walau mungkin dia ga dapet apa2 (cm hisapan bayi yang dapat menstimulasi keluarnya ASI). Untuk anak pertama, memang ASI rata-rata baru keluar di hari ke-2 hingga ke-7.

Gw belum keluar di hari ke-4 aja udah stress, padahal masih ada 3 hari haha.. Yah, yang penting terus dicoba aja. Walau sambil bercucuran air mata ga apa2 dah.. haha..

Anyway, utk menguatkan, cb googling, ternyata banyak lho Ibu yang berjuang dengan ASI. Karena gw baru tau setelah lahiran, kyy kok kasus gw tuh ga ada apa2nya dibanding mereka -.-“

Bottom line di sini adalah, yang menidakmampukan kita adalah orang-orang di sekitar kita. Gw rasanya akan jadi down banget, bisa nangis sendiri di kamar mandi kalo ada sesuatu atau seseorang yang bikin gw merasa bahwa gw ga bisa ngurus Lala dengan baik, padahal gw¬†udah¬†atau¬†mau¬†berusaha. Itu sedihnya udah ga ketolong deh, ga ada tandingannya dengan rasa capek, sakit, dll. Jadi, penting banget kalo kita menjaga ucapan, perilaku, dan sikap kita terhadap ‚Äúibu baru‚ÄĚ yaaa, termasuk sama anak kita nanti yang juga akan jadi ‚Äúibu baru‚ÄĚ.. Karena abis melahirkan tuh rasanya jadi super sensi. Yang biasanya ga apa-apa, kyy akan jadi perang dunia kalo ditanggepin pas masa2 itu.

Penting banget kita mendukung mereka, dengan cara apa? Dengan cara: biarin aja ibu baru itu belajar sendiri, walau mungkin anak akan ga nyaman di awalnya, tapi mereka (anak dan ibu/bapak) akan saling belajar menyesuaikan diri dengan satu sama lain.

Ya, intinya gitu lah.. Ga ada yang instan untuk bisa ngurus anak.

Jadi.., jangan merasa ga sanggup ngurus anak ya. Gw ketik lagi kata2 suster di rumah sakit:

‚ÄúSatu yang harus Ibu selalu ingat, yaitu bahwa Ibu bisa mengurus anak Ibu sendiri. Ibu bisa membesarkannya dengan baik. Ibu¬†PASTI BISA!‚ÄĚ

Happy Parenting!

Malaikat Juga Tahu

9 Oct

Barusan boboin Lala. Heran, tiap kali boboin dia, pas liat muka dia ga ada bosen2nya. Kalo ditanya gmn rasanya punya anak, kyy mending inget moment ky gini aja. Rasanya rela deh apa aja juga buat dia. Mungkin dulu pas sama suami pun ga sampe segitunya. Bosen pula liat Eko kalo kelamaan, haha..

Gw pkr, gw beruntung ya bisa abisin siang gini sama Lala.. (Tunggu, tunggu.. Baca dulu sampe abis. Bukan mau nyirikin nih.. Hehe..) Trus gw pkr, mana ada sih Ibu yang ga pengen.. Cuma ga semua orang bisa, ya ga?

Tmn2 kalo bisa, pasti pengen di rumah, abisin waktu sama anak (well, kita kesampingkan kalo emg ibunya males atau ga mau repot doang ya.. Ini kita anggap aja semua ibu mendekati kebanyakan ibu :p ). Cm keadaan kan ga selalu memungkinkan. Misalnya, kalo berenti kerja, boro2 abisin waktu sama anak dengan senang, yang ada juga stress, nanti ga bisa ngasih anak apa yang dibutuhin krn gaji suami aja ga mencukupi kebutuhan rumah. Semuanya pasti sudah dipikir masak2 dong: selain apakah gaji lebih gede daripada gaji suster atau pembantu, tentunya juga ke hal yang bukan material (duit) aja. Atau ada juga yang kerja dari rumah, tapi tetap milih pake suster karena bisa terus diawasin dan dia bisa kerjain yang lain. Ya, sah-sah juga..

Belakangan ini juga lagi ‚Äúnge-trend‚ÄĚ tentang ‚Äúibu yang bekerja dari rumah‚ÄĚ. Menurut gw sihhh (ini menurut gw lho ya), ini ngetrend gara2 salah satu merk MLM produk kecantikan yang lagi hot, ya mereka jualannya dari pendekatan¬†itu juga. Padahal dari dulu juga kan udah ada ibu yang bekerja dari rumah, spt ibu yang buka usaha catering, kerajinan tangan, toko online, dll, tp kok skrg baru booming. Cm ya itu tadi.. ga semua orang bisa gitu, bisa saja emang pendapatannya sudah melebihi bila ia bekerja dari rumah, atau ga tau mau kerjain apa yang bisa melebihi pendapatan dia sekarang, ataupun karena alasan yang lain. Jd ya, yang jualan MLM itu, tlg diganti gitu pendekatannya kalo bisa, jadi apa kek.., jadi ‚Äúdapatkan pendapatan tambahan‚ÄĚ titik beratnya gitu, atau yang lain lah.. Biar ga ada jd ky ada ibu yang benar dan salah.. (walaupun mgkn tujuan awal pendekatannya¬†bukan ke sini, tp ga bisa dipungkiri nilai itu udah bergeser).

Jadiii, the point here is: semua ibu itu baik adanya, ga ada satu ibu yang lebih baik daripada ibu lainnya. Semua pilihan ibu juga baik adanya, terutama pastinya berorientasi pada anak. Soalnya kalo didebatin ga akan abis2. Sama kayak kalo mertua bilang jgn pakein empeng ke anak, eh ortu bilang pakein aja, trus kita aja yang bingung karena keduanya sama2 dianggap benar (dituakan), haha.

Semua punya alasan masing2 karena mungkin ada di daerah abu-abu. Ada juga yang sudah jelas benar dan salahnya, tapi kenyataan tak seindah buku cetak kedokteran. Pihak lain boleh bilang A sampe Z. Tapi keputusan ada di tangan kita, karena kita tahu yang terbaik buat anak kita, bukan orang lain, bahkan orang tua, mertua, atau dokter anak sekalipun. Kita yang tahu di mana titik keseimbangan demand dia dan supply dari kita bisa bertemu.

Gw baru baca bahwa akhir-akhir ini di socmed lg rame ttg ibu: RT vs bekerja, asi VS formula, normal VS Caesar. Well, gw mengalami nya kok. Dan rasanya emang pengen ngomong, ‚ÄúHey! Ini pilihan gw yang udah gw pikir masak-masak sampe mau gosong. Jangan pasang muka (atau ngomong) gitu lah, seolah gw ini penjahat buat (calon) anak gw..‚ÄĚ Tapi teriaknya cukup di blog aja, hehe..

So…, terlepas dari kita bisa ngurusin anak di rumah atau bekerja di kantor, terlepas dari ASI kita lancar atau ngga, terlepas dari kita mau atau harus lahiran caesar atau normal:

When we have really put it into consideration, and have finally made up our mind, just do it. Anak kita bakal tetep selamat, sehat, dan deket sama kita kok. Astungkara..ūüôā

Yang lain? Biarin aja… Bahkan ibu¬†lain sekalipun.. Soalnya:

“Malaikat juga¬†tahu, siapa yang jadi juaranya..”

Happy parenting!

Not Ordinary Sunday

6 Jul

When we moved to Bali, we thought that everyday is Sunday, everyday is a¬†holiday. In fact, when you have decided to live in one place, there’s no such thing.¬†Well, yes, maybe you can easily find your comfort and happiness in this place than the other, but at one point, you still have to deal with daily life.

Working is one of the reasons, of course. Besides, being a housewife is also a job to do. These have to be balanced, right? So when a diving instructor saw me at home cooking the rice and asking me ‘you are not working?’, he’s totally silent when my husband answered him, ‘yes, now she is working. Don’t you see it?’. Yeah, being a housewife is also a job to do, don’t you know that simple thing?

Of course, we cannot blame the instructor as he sees me a lot at home, he might ask what I am actually doing. Let me tell you another thing: a working-at-home-freelancer does not really ‘tell’ people that they are working, or what they are working on; It’s never been clear enough because we don’t go to the office. Home is our office, it’s a blessing though. But it’s also a good point that you cannot judge people just based on what you see. If you don’t really know, you’d better shut your mouth up.

Not only about housewife-work and working at home things. Lately, our dive center also needs a lot more attention from us: moving to a¬†new office, taking care of the new office renovation, and finding a new staff to replace an old staff who’s been so¬†not good as we thought he was (finding out some of his¬†deceitfulness just after he left).¬†Not only that, we also have to prepare everything for our baby arrival, taking care of myself, and preparing a new house because the rent for this current house will be over next month, so we have to make sure the new house will complete as soon as possible.

Since Eko is also working full time in another place, it becomes difficult for us to spare our time. Well, but so far, we’re doing good, though sometimes we really want to give up one thing over another.¬†We have each other, at least. That’s gonna be more than enough.

Sometimes we just feel so¬†lagged behind, so stressful, but we know we can do this. So many things we’ve been through, and we also can go through all of these things. Sometimes when we are too deep to climb, we are just counting our blessings. We are thankful that we have still enough to cheer ourselves up with good food, a car to go anywhere, and see what we’ve achieved till today. It’s not easy, we know. They all are happening¬†only because of God’s will and blessings, and so are now.

And today, we decided to enjoy ourselves, to breathe more slowly, to¬†sleep more, to¬†spend more time at home, taking care of the things which we didn’t have time to do before:

Today is not ordinary Sunday — for us –.¬†Of course, Sunday is supposed to be relaxing and lazy days for most people. But for us, lately, it’s been like: “ok, today we still have dive trip going on, when the guests will be back? We have to be at the office. Or it’s like: this is our day off from work, what can we do to catch up? Buying new furnitures for a new home? Buying baby things? Buying things for the new office? Looking for the tiles for our new home? Or what?” It’s really been too much things to do.

So, this Sunday, we leave¬†them all behind: we wake up late, write a long journal, wash and sterilize our baby new clothes, make a pudding, take a nap, buy souvenirs for grandpa, and we’ll have dinner with our uncle. Life is good, right? God is good. So, we’ll pass this through.ūüôā

Jemuran baju baby

Jemuran baju baby

 Cheers!

What I am actually Doing

23 May

Kerja aja¬†sebenarnya ga¬†cukup. Apalagi kalo ditanya temen, “kerjanya apa sekarang?”¬†Jadi makin bingung¬†gw¬†jelasin. Jadi, gw¬†bikin¬†postingan aja¬†yaaaa..ūüôā

Sejak loncat sana¬†loncat¬†sini¬†kerja¬†di¬†Jakarta, Bandung, dan¬†Bali, akhirnya¬†kali¬†ini gw¬†lumayan ‘mantep’. Di Bali, awalnya gw¬†kerja¬†di¬†Wedding Organizer, tapi cuma 3 bulan karena abis¬†itu gw¬†keterima kerja¬†di¬†dive shop. Karena alasan¬†pindah ke Bali adalah demi¬†lebih serius diving, akhirnya¬†gw¬†lebih¬†memilih dive shop itu¬†walau owner Wedding Organizernya mencak2. Setelah setahun, gw¬†resign dan¬†ke¬†Komodo sebulan¬†untuk¬†belajar jadi¬†Divemaster.

Sepulangnya kembali ke Bali, gw bertiga (sm [dulu] pacar gw dan tmn gw) nekat buka Dive Center.Dari 3 orang ini, yang ngurusin full time wkt itu cm gw dan tmn gw. Sedangkan suami [sekarang] gw masih kerja full time di dive shop lalu pindah kerja di LSM, jadi cuma part time urusin Turtur. Lagian dia emang ga perlu stand by terus karena dia kebagian urusan operasional. Jadi kalo ada trip, doi yang siapin alat pagi2, dan cuci alat sore2 kalo tamu udah pulang. Sekarang,  karena teman saya satu lagi balik ke Jkt/Bdg krn calon suaminya di sana, jadi effectively gw stand by sendiri dengan satu staff tetap. Tapi kami bertiga masih rutin meeting, dan suami juga masih terus support utk operasional.

Jadi, lo nge-guide & diving terus dong?”

Dulu iya, kita sampe bawa sendiri tamu¬†ke Menjangan, Tulamben, dll. Tapi seiring, waktu¬†gw¬†sadar bahwa pekerjaan berat itu¬†bukan¬†buat gw. Gw lebih¬†seneng temenin tamu¬†ngobrol. Buat¬†gw, masih¬†mending kalo¬†day trip nya¬†ga¬†tiap hari, lha kalo safari (ngeguide diving dan¬†menginap di¬†dive site) selama 3 hari? Capek lhooo bro.. Jadi itu bukan¬†pilihan yang tepat utk¬†dijadikan profesi¬†seorang wanita, khususnya buat¬†gw. Tapi ini¬†buat¬†gw¬†lho. Banyak kok cewek2 perkasa yang masih¬†cantik, seksi, dan¬†jadi¬†guide. Keren dehūüôā Itu cuma¬†masalah¬†prioritas aja, karena¬†emang pada akhirnya¬†gw¬†sadar¬†bahwa¬†kalo¬†gw¬†udah pny anak, gw¬†ga¬†akan tega ninggalin anak gw¬†dg¬†kerja¬†ky gitu. Jadi gw¬†cm sesekali¬†aja¬†nemenin tamu¬†diving, biasanya kalo¬†temen sendiri, atau¬†memang¬†tamunya yang minta.

Alhasil, sekarang gw memang lebih fokus di kantor, lebih ke urusan Media dan Marketing, di mana memang gw rasa gw lebih cocok di sana.

“Jadi, sekarang¬†cuma¬†ngurusin¬†Turtur aja¬†dong?”

Nah, perlu diketahui, sodara2.. Bisnis itu¬†bukan hal yang gampang. Apalagi baru diurus anak2 muda¬†bau kencur, pendapatan dari bisnis pasti tidak dapat diandalkan. Jadi yang tanya,¬†“Lo cuma¬†urusin Turtur aja¬†sekarang?”, jawabannya adalah¬†“Tidak, ga¬†akan¬†cukup buat¬†hidup, cuy..”

Cb deh tanya orang Marketing / Sales mana juga, tahun pertama bisnis itu blm bisa dibilang untung. Masih muterin duit, boro2 balikin modal. Kalo ga diputer bener2, perusahaan ga akan jalan dan beneran akan gulung tikar setelah jalan 1-2 tahun itu. Kecuali modal lo gede, udah siap dana utk menggaji diri lo sendiri sekian juta rupiah dari investasi awal. Masalahnya, modal segede gitu juga ga ada, hahaha..

“Jadi, lo ngapain¬†lagi¬†selain itu?”

Setahun belakangan ini, setelah Turtur bisa dijalankan dengan lebih smooth, gw juga sambilan freelance nulis.

Nulis apa?”

(mulai susah jelasinnya)

Dulu travel writing, sekarang kebanyakan content writing dan copywriting.

Maksudnya?”

#eaaa

Jadi gini, awal2 gw cuma nulis travel writing aja: di blog orang, lalu sampe ke majalah2 (ky Hello Bali, The Journey, Go Girl!). Ini karena gw pny byk material foto dan tulisan yang blm dipublikasikan dari traveling gw.

Tapi seiring waktu, gw makin jarang traveling, dan akhirnya gw membuat website sendiri untuk penyediaan jasa menulis yang lain, seperti nulis blog post, nulis konten website, nulis review produk, editing, hingga translation dan copywriting (gampangnya: nulis iklan, baik online maupun cetak). Hingga sekarang, ada beberapa project rutin yang gw pegang dari client yang menghubungi gw, seperti utk editing dan reporting research.

Jadi..”

  • Jadi, dengan¬†begitu,¬†kerjaan gw¬†emang¬†kebanyakan dari¬†rumah, kantor,¬†atau¬†bisa¬†di¬†mana¬†aja.
  • Jadi, kalo¬†lo liat gw¬†sering pulang ke¬†Palembang atau¬†Bandung rada lama, itu¬†bukan¬†karena¬†gw¬†ga¬†ada¬†kerjaan atau¬†cuti¬†lama, tapi¬†karena¬†gw¬†bisa¬†bawa¬†kerjaan¬†gw¬†utk¬†dikerjain di¬†sana.
  • Jadi, kalo¬†lo liat¬†gw¬†kadang masih¬†bisa¬†terus-terusan kadang traveling,¬†itu¬†karena¬†gw¬†bisa¬†atur deadline kerjaan¬†gw¬†sendiri. Jadi dalam¬†jangka waktu¬†itu,¬†gw¬†bisa¬†‘libur’ dulu.
  • Jadi, karena¬†itulah, YA, kerjaan¬†gw¬†lebih¬†bebas dan¬†ga¬†terikat waktu.¬†TAPI¬†juga¬†lebih¬†ga¬†menentu, bisa¬†berhenti / dihentikan sewaktu2; kadang¬†ada¬†kerjaan,¬†kadang¬†juga¬†ngga..

“Enak banget..”¬†

Mungkin sekilas terlihat enak, tapi belum tentu pekerjaan ini cocok dengan semua orang. Selama bertahun-tahun ini, dari satu pekerjaan ke lainnya, gw belajar: semua itu tergantung dari prioritas (yang terpenting) dalam hidup kita.

Jadi,¬†find yours, live it, and be happy with it!ūüôā

Cheers!

Travel Notes: Traveling to Hong Kong

13 May

On last 9-14 April, I have a chance to visit Hong Kong on a business trip. I spent 3 days for conference and stay 2 nights in Conrad Hong Kong Hotel (bikin malu, gw¬†ga¬†tau cari pencet lift! Kebiasaan tinggal di hostel nih.-“) , and spend the rest of 3 days 2 nights in my auntie’s house in Tai Po area. So here is a few summaries:

View from Conrad Hotel Hong Kong

View from Conrad Hotel Hong Kong

Flight
Hong Kong Airlines around Rp.6.000.000,-++ return trip.
Great services and facility: TV screen on each seats, nice food, blankets, big plane, and direct flight from Bali! Definitely will use them again.

Hong Kong Airlines

Hong Kong Airlines

Hong Kong Airlines

Hong Kong Airlines

Public Transportation
Taxi (usually around US$ 4-5 for one trip)
MTR (starts from HKD 2)
Bus (depends on distance)
PS: Use OCTOPUS Card for your convenience. This card can also be used on the drinking vending machine, to buy a newspaper in small stalls, etc.

Meals
Standard around HKD 40 per meals. Good food!
They are famous for Dim Sum, Wonton Noodle, Tan Tart / Egg Tart. The seafood is also good. Milk tea is common here.
Recommended food:

  • Wing Wah Noodle Soup & Dessert (I go here alone, just based on Trip Advisor map. It has no English words! So here is a bit clue for you: from Wan Chai MTR station, go out from gate F and go left, you will find a sport field on your left side in a big intersection with HSBC bank. Cross the road to your right side, and there it is!)
    On this intersection, Ming Wah is on the right side of the Yellow signboard

    On this intersection, Ming Wah is on the right side of the Yellow signboard

    There it is! You see it?

    There it is! You see it?

    Find this publication on the front of the shop

    Find this publication on the front of the shop

    Ming Wah Noodle Soup menu

    Ming Wah Noodle Soup menu

    Ming Wah Noodle Soup

    Ming Wah Noodle Soup

  • Kau Kee Restaurant (The best Beef Brisket Noodles Soup!!! I want moreeee!!)
    Kau Kee Restaurant in Central

    Kau Kee Restaurant in Central

    Kau Kee Restaurant menu

    Kau Kee Restaurant menu

    Looks yummy eh?

    Looks yummy eh?

    I ordered Flat Noodle Beef Brasket Soup

    I ordered Flat Noodle Beef Brasket Soup

  • Tai Cheong Bakery for Egg Tart.

    Tai Cheong Bakery Egg Tart

    Tai Cheong Bakery Egg Tart

Regarding my business trips:

  • This is the first time I wear a business trip after 4 years absent from ‘office world’. Looks cool.ūüôā

    Me in business suit -.-"

    Me in business suit –.-“

  • Conrad HK Hotel is full of businessman/women. They dress really neatly.
  • People do a presentation or meeting in the lobby. When I wear slippers, I feel so weird. Even the bell boy has a better look than me –.-“
  • People read newspaper everywhere. Not one, but many.
  • At breakfast, they ask every customer, “You need newspaper?”. “Errr, no, thanks,” I said –.-“
  • I think I need to revise my Linked In profile to make it like a real Professional.
  • People I meet usually have studied overseas, so they have good English. When a business friend ask me, “Where do you learn your English?” I answer, “From school, from English course..” and I feel a bit proudūüôā
  • However, I feel like to go to take my Master Degree.ūüôā

Unique things I experience & notice in HK:

  • In opposite of Singapore, in HK, on escalators, people stay in right line. Left line is for walking over.
  • On the street, many people smoke so it does not smell goodūüė¶
  • People walk fast
  • People kiss in the elevator (well yeah, I know my husband is not here –.-” *padahal iri*)
  • Hong Kong is divided into 4 main areas: Hong Kong Island, New Territory, Kowloon, and¬†Outlying Islands
  • Central area of Hong Kong island is mainly for the business sector. People here commonly speak¬†English. But being able to speak Mandarin is one of my advantage to travel in HK.
  • The taxi drivers here drive fast and you’d better hold on something –.-“
  • Taxis are everywhere to catch. Print or show¬†the address in Chinese letters to make it easier for the driver to know your destination.

Luckily, I stay with my Aunt so I really experience a local life:

  • Going to the fresh market.

    Tai Po Fresh Market

    Tai Po Fresh Market

  • They sell cuttlefish..ūüė¶

    See the cuttlefish? They also have Flat Fish, etc. Too cute to eat :(

    See the cuttlefish? They also have Flat Fish, etc. Too cute to eatūüė¶

  • Here (Tai Po is in New Territory), I know many people do not speak English. So I speak in Mandarin, but then they answer me in Cantonese –.-” I know, my face is really like locals.
  • In here, in one area, there are¬†usually school, market, plaza or mall, police station, sports field, park. So basically, people can just walk to go to somewhere (school, shopping, working, eating, etc.). They don’t need cars or motor bike. Mostly they just have bike where they can park in bike parking available almost everywhere. Healthy, no pollution, no traffic, smart life!
  • Most people live in (small)¬†apartments.
  • They have a playing ground in every apartment.
  • Many older people have this walking habit as advantages. So if they shop and should carry heavy things, they will bring like a stroller for things. They will drag it around.
  • There are some street musicians with speakers on some corners, e.g. in the bridge, in MTR station, in small street, etc.
  • Eat like Chinese, using chopsticks.
  • Dim Sum restaurants here are almost everywhere. They are full from morning to night with local people.
  • HK people always rinse¬†the plates and other¬†cutleries with hot tea before eating in the restaurant. I just see it now.ūüôā
  • No tissue available in restaurant. So people here always bring a small pack of tissue with them.
  • Tai PO has one of the best parks in HK. It is very big complex, where people can do walking, biking, or just relaxing and picnic. It has play ground, restaurants, toilets, ponds, lake, insect museum, etc. Very nice! and the best of all, it’s free!
    Map of the Park

    Map of the Park

     

Ok then, see you on the next trip!ūüôā

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,215 other followers