A Bit of Secret & Apreciation
Din, kok boleh sih pegi2 traveling gitu oleh nyokap bokap lo? Biasanya kan dilarang2.. takut inilah, itulah, di jalan ginilah, banyak orang jahat lah..”
A Bit of Secret
Tak banyak yang tahu perjuanganku pada mulanya.
Let me tell you a bit of secret..
Aku anak gadis biasa. Orang tuaku mencintaiku lebih dari apapun, seperti orang tua pada umumnya. Perjalanan pertamaku ketika solo backpacking ke Malaysia pada Agustus 2008 hampir saja cm jadi tiket pesawat yang hangus.
papa: “GIMANA KALO ADA APA2?!?!”
diana: “papa percaya Tuhan ga? doain aja, saya juga berdoa, dan akan ada Tuhan yang selalu melindungi, sepanjang jalan.. saya yakin..”
(ga segamblang ini sih kalimatnya, haha, tapi kurang lebih begitu maksudnya)
Lalu papa pergi ke kamar, ga mau tahu..
Tinggallah mamaku marah2 sampai nangis melarangku pergi di 2 hari menjelang hari keberangkatan.
Saat itu aku cm ingat 1 orang yang mgkn bs membantuku, Nancy (duta besar CS Indonesia, komunitas traveler), yang seorang traveler, tapi juga seorang ibu. Aku cerita lewat YM, lalu dia mengajariku langkah2 untuk mendapat izin. Mulai dari memberi semua nomor telp CSers Malaysia yang akan aku temui, menghubungi duta besar CS Malaysia dan meminta mereka ngomong by phone sama mama ku, sampai menyuruhku untuk mengikat janji untuk menelepon mamaku setiap hari dan setiap berpindah tempat/kota untuk mengabarkan bahwa aku baik2 saja.
Akhirnya aku diijinkan, dengan sejuta nasehat, dan sedikit keterpaksaan..
Ini copy paste kata2 Nancy pas chatting, yang sampe kapanpun akan kuingat, “Diana, trust me, ini susah aja yang pertama kali, harus buang gensi, tapi setelah ini elu selamat kembali sampe rumah, mau ke ujung arab juga elu dicuekin ama emak elu. Kesan pertama mesti sukses, sekali gagal, elu tak akan selamat, kepercayaan itu susah.”
Dan dia memang benar.. Selanjutnya sampai sekarang, semua ijin keluar tanpa kesulitan sama sekali, muluss..
“Thousands miles of journey begin with a single step” – Lao Tzu
Kalau kalian punya mimpi, teman.., melangkahlah dulu 1 langkah baru kau pikirkan kekhawatiranmu..
A Bit of Apreciation
Nancy mengajariku untuk tegar, berani, dan sedikit nekat menggapai mimpi. Terima kasih, Nancy.. Sebagai apresiasiku, aku akan juga menularkan semangat ini ke teman2ku.., tuk bantu misimu terwujud, “membuktikan semua orang Indonesia bisa traveling..”
Di sini aku belajar satu hal lagi,yaitu belajar ngotot.
“Ngototlah klo yakin akan melakukan sesuatu yang benar, yang lo mau. Pray, have faith that God will lead your way.. Fight for it..Boleh minta pendapat, tapi take the decision by yourself. Krn lo yang tau terbaik buat diri lo ndiri, bukan orang lain, bahkan –hate to say this– kadang orang tua pun tidak..”
Many Girls are Like Me Out There
Perjalananku telah dimulai..
Suatu malam di Pulau Perhentian, Malaysia, hanya ada suara ombak dan angin malam saat aku dan Barbara (my travelmate, CSers dari Eropa) sedang duduk di beranda.
Aku ingin menangis, mengingat aku tidak dilepas dengan rela. Sedikit sakit hati karena belum dipercaya. Sedikit lagi, mungkin kesepian. Ketika aku menyebut hal itu, dia pun berkisah..
Umur 14 tahun adalah saat pertama dia mulai traveling. Saat itu ia ingin keliling dunia, dan pergi dari negaranya. Orang tuanya tidak mengijinkan, tapi dia ngotot. Dia lebih parah, ga bawa HP dong. So, kita travelmates nya jg mengalami sedikit kesulitan untuk keep touch with her along the way. I don’t know the reason but I’m sure she has one.
Dia bilang, “Every parents must have worried about their children’s traveling everywhere alone. They do, even till now, my parents still do.. The only reason they do it because they love us..”, and she smiled when saying the last word.
Air mata itu sekarang beneran menetes. Yah, so what? It means they love me, right? Nothing to worry about it. Then I keep moving on, step ahead on my journey, with proud, love, and smile..
Make Your Mama Proud (MYMP)
Perjalananku di Malaysia bermuara di Malaka, dan di sana juga aku bertemu orang tuaku krn mereka lagi berobat bersama teman mereka dari Palembang. Di sana, kubawa papa ketemu CS Malaka yang udah papa-papa juga, dan bs bahasa mandarin. Pas ke sana, sambil ngobrol dengan CS Australia yang juga lagi datang ke sana, aku menguping pembicaraan mereka, “Ohh, anak sekarang ga ky kita jaman dulu. mereka sekarang udah masa global, bla3x..”
Diam2 aku tersenyum.. hmmmm..
Selepas itu, pas makan malem dengan temannya, terjadi percakapan luar biasa. Temen papa: “dari mana anak lo?” Papa: “dari mana lah pulau Perhentian, trus dari KL..”
Temen papa: “di mana tuh Perhentian?”
Papa: “sekitar 8 jam dari KL”
Temen papa: “wahh.. berani ya anak lo..itu kan jauh.. trus sendirian?”
Papa: *tersenyum bangga* “iya..berani dia..iya, sendirian..”
Lho, lho, lhoooo?? Papaaa..??
Kemudian, aku tersenyum.. Lega bercampur senang..
“Keberanian itu bukanlah keberanian bila tidak ada ketakutan, karena keberanian itu ADA ketika menghadapi ketakutan..”
Cerita ini boleh berakhir di sini, tapi perjalananku selanjutnya dan selanjutnya lagi masih menantiku..
Then, it’s your turn..
When you’re ready to face the fear and deal with the way towards your dream?
When will you make your mama proud with a new path in your life?
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” ( Fil 4: 13)
Dua belas hal yang harus dibangun dalam hidup:
1.Pikirkan apa yang berani Anda impikan.
2.Inginkan apa yang berani Anda pikirkan.
3. Putuskan apa yang berani Anda pikirkan.
4.Rencanakan apa yang berani Anda putuskan.
5.Lakukan apa yang berani Anda rencanakan.
6.Yakini apa yang berani Anda lakukan.
7.Perjuangkan apa yang berani Anda yakini.
8.Sukseskan apa yang berani Anda perjuangkan.
9.Nikmati apa yang berani Anda perjuangkan
10. Syukuri apa yang berani Anda nikmati.
11. Bagikan apa yang berani anda nikmati itu kepada orang lain dan,
12. Kembalikan apapun yang telah terjadi kepada Allah dengan kerelaan dengan keberanian.
-petrusp-
Itu yang bisa aku bagikan. Sekarang, selamat merenung & berjuang mencapai mimpi kalian masing2 teman..
Saranku, pertimbangkan hal2 penting, namun jangan berpikir terlalu banyak, lakukan saja.. ![]()
PS: Artikel ini kemudian dimuat di buku Nancy Margaretha yang berbau2 “Jempol di Eropa” :p , dengan izin penuh dari penulis. Terbit Maret 2010.
A Brand New 21st
Ucapan Terima Kasih yang Sederhana
12.00 A.M – 2 A.M
Terima kasih bwt Koponk, Nez, Adrie, Sisil, Wiwin, Novi, Windy, Anto (the names are mentioned based on random order), atas kuenya, surprisedny, telor ‘ceplok’nya..sial eh, kamar gw msh amis dong smp skrg.. ==’ makasih yaa..walau hrs pel kmr, tp ya rela dah..Jgn bwt gw mnd mlm2 lg ye, sakit kepala bok pagi2ny.. hehe.. Bwt pencetus ide, I can’t be happier than today. U make sure I always smile today, rite? You do it right, I can’t just even close my mouth to stop smiling and laughing…
